Wednesday, 17 April 2013

PERANGKAT JARINGAN INTERNET





Terdapat sejumlah perangkat yang melewatkan aliran informasi data dalam sebuah LAN. Penggabungan perangkat tersebut akan menciptakan infrastruktur LAN. Perangkat-perangkat tersebut adalah :
1.     Terminal
Terdapat lima jenis terminal dan keyboard adalah terminal yang umum dan paling populer.
1)    Terminal Keyboard adalah terminal input yang sangat populer  diantara pemakai komputer. User dapat menggunakan keyboard mengentri data, memberikan intruksi tertentu untuk menerbitkan laporan dsb.
2)    Terminal Telephone Tombol : komputer juga dapat dilengkapi dengan alat respon audio. Dapat mengirimkan pesan yang dapat didengar oleh pemakai di telephone tombol. Penekanan tombol digunakan untuk mengirimkan data dan intruksi ke komputer.

3)    Terminal Titik penjualan (point of sale) Kita juga dapat melihat bagaimana pembaca charakter optik digunakan pada pasar swalayan. Terminal ini menyediakan cara memasukan data transaksi ke dalam database pada saat penjuala (point of sale). Karena alasan tersebut terminal ini dinamakan terminal Point of sale (POS)
4)    Terminal Pengumpul Data. Suatau jenis khusus terminal dirancang untuk digunakan oleh pekerja pabrik. Alat yang dikenal sebagai terminal pengumpul data (data collection terminal)  digunakan untuk mengumpulkan data, menjelasakan kehadiran dan kinerja kerja pegawai. Alat OCR digunakan untuk membaca charakter dan dokument yang menyertai pekerjaan yang berjalan di dalam pabrik.
5)    Terminal khusus yaitu terminal yang dirancang khusus untuk keperluan tertentu seperti cash register  yang dilengkapi dengan tombol-tombol khusus. Satu tombol untuk satu jenis penjual

2.     NIC (Network Interface Card)
Kartu jaringan atau Lan card dipasang pada setiap komputer yang akan dihubungkan ke suatu jaringan computer. Banyak jenis dan merk kartu jaringan yang tersedia di pasar, namun beberapa hal pokok yang perlu diketahui dari kartu jaringan yaitu type kartu ISA atau PCI dengan kecepatan 10 atau 10/100 Mbps, harus disesuaikan dengan tipe Ethernet HUB atau switching yang akan digunakan, jenis protocol dan jenis kabel yang didukungnya disamping itu juga mengesampingkan kwalitas produk. Komputer jenis terbaru tidak dilengkapi dengan slot ISA bahkan Network Interface umumnya merupakan Onboard system artinya sudah tersedia pada mainboard sehingga tidak perlu lagi dipasang Lan Card
Sesuai dengan besarnya tingkat kebutuhan akan jaringan komputer, sudah banyak mainboard komputer jenis terbaru dilengkapi kartu jaringan secara on board. Kwalitasnya bagus namun penulis berpendapat lebih baik menggunakan kartu jaringan yang terpisah. Salah satu keuntungannya adalah dapat memilih merk tertentu dan mudah diganti apabila terjadi kerusakan.

KUALITAS PENDIDIKAN



KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT., karena dengan rahmat dan hidayah-Nya lah penulis dapat menyelesaikan proposal penelitian ini.
Tesis ini berjudul : Hubungan Antara Motivasi Berprestasi dengan Lingkungan Organisasi Sekolah Terhadap Kinerja Guru Pada Madrasah Tsanawiyah Negeri Se-Kabupaten, untuk sidang usulan proposal pada program pasca sarjana (S.2) Magister Manjemen Pendidikan STIE Cirebon.
Penyusun proposal penelitian ini masih jauh dari sempurna, hal ini semata-mata hanya karena keterbatasan pengetahuan dan kemampuan penulis.
Demikian sekelumit pengantar dari pennulis. Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada yang kami hormati.
1.      Dr. Hj. Retina Sri Sejati, M.M selaku Direktur STIE Cirebon
2.      Dr. H.Nurudin Siroj, M.A, M.Si selaku Pembimbing penyusunan Tesis
3.      Dr. Senen Machmud, SE, M.Si selaku pembimbing penyusun Tesis
4.      Suami dan anak-anakku yang tercinta yang senantiasa mendorong dan memberikan semangat kepada penulis.
Semoga Allah SWT. memberkati dalam penyusunan proposal ini, dan kita semua. Amin.

                                                                             Kuningan,     Agustus 2010
                                                                                              Penulis



                                                                                           S o l i h a t

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Pembangunan nasional menuju Indonesia baru yang kita cita-citakan menuntut agar pendidikan mampu menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan professional. Sumber Daya Manusia menurut Nanang Fattah (2000 : 13) yang mengambil dari Shetty dan Vernon B. Butcher (1985) terkandung aspek kompetensi, keterampilan / skill, kemampuan, sikap, perilaku, motivasi dan komitmen. Sumber Daya Manusia dalam pendidikan dikelompokkan dalam sumber daya pendidikan dalam dan luar sekolah.
Sumber Daya Manusia yang berkualitas dan professional dapat terwujud apabila lembaga pendidikan dalam hal ini sekolah mempunyai tugas pokok dalam menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran bagi peserta didik serta mampu meningkatkan kinerjanya secara optimal.
Hal ini sejalan dengan isi TAP MPR No. IV / MPR / 1998 tentang garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) sebagai berikut :
“Memperdayakan lembaga pendidikan baik sekolah maupun luar sekolah sebagai pusat pemberdayaan nilai, sikap dan kemampuan serta meningkatkan partisipasi keluarga dan masyarakat yang didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai serta mengembangkan kualitas Sumber Daya Manusia sendiri sedini mungkin secara terarah, terpadu dan menyeluruh melalui berbagai upaya pro aktif dan reaktif oleh oleh seluruh bangsa agar generasi muda dapat berkembang secara optimal disertai dengan hak dan dukungan dan lindungan sesuai dengan potensinya.”
Keberhasilan pembangunan nasional ditentukan oleh berbagai factor khususnya Sumber Daya Manusia yang berkualitas mulai dari yang mengambil keputusan dan penentu kebijakan, pemikiran dan perencanaan sampai pada pelaksana disektor terdepan, serta tiddak ketinggalan para pelaku fungsi kontrol atau pengawasan pembangunan.
Mengingat sumber daya manusia merupakan asset nasional mendasar dan merupakan factor penentu utama bagi keberhasilan pembangunan. ( Soekijdo notoatmojo , 1998 : 1 ) maka diperlukan peningkatan kualitasnya secara terus menerus sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta derap perkembangan nasional. Pendapat terrsebut dikemukakan oleh Rendal S. Scholler dan E. Jackson (1997 : 8) sebagai berikut : “Untuk sebagian besar organisasi, komponen Sumber Daya Manusia merupakan salah satu dari beberapa hal yang perlu dikelola dengan efektif apabila ingin memperbaiki mutu”. Sarana paling strategis bagi peningkatan kualitas Sumber Daya manusia adalah pendidikan.
Pendidikan nasional yang telah dibangun selama itu harus mampu menjawab tantangan yang muncul baik pada masa krisis sekarang ini maupun di masa yang akan datang, serta mampu mewujudkan program dan kegiatan yang sesuai dengan tujuan pendidikan Undang-undang No. 2 Tahun 1989 tentang sistem pendidikan nasional pasal 4 menyatakan bahwa :
“Pendidikan nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan YME. Dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta tanggungjawab kemasyarakatan dan kebangsaan.”
Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal dan merupakan tempat untuk belajar mempunyai tugas pokok / utama (Core bussines) adalah mengusahakan terwujudnya pengalaman belajar yang bermutu bagi peserta didik (djam’an Satori : 1999 : 1 ), menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran bagi peserta didiknya yang harus mampu menyediakan dan melayani serta mewujudkan pembelajaran yang bermutu kepada seluruh peserta didik sehingga diharapkan dapat menghasilkan lulusan / keluaran yang bermutu sesuai dengan tuntunan masyarakat dan pengguna. Sedangkan Madrasah Tsanawiyah Negeri dan Swasta di Kabupaten Kuningan merupakan bentuk kesatuan pendidikan yang proses penyelenggaraannya berlangsung dalam lembaga pendidikan formal dan merupakan kegiatan sosial yang essensial serta mempunyai fungsi sebagai pengelola proses pembinaan dan penyampaian pengetahuan.
Sejalan dengan perkembangan zaman memasuki abad 21, menuntut perwujudan manusia yang berkualitas, mampu menghadapi berbagai tantangan sebagaii konsekwensi era globalisasi, informasi dan perkembangan Ilmu pengetahuan Teknologi, serta seni (IPTEKSI). Artinya di zaman ini sistem pendidikan nasional dihadapkan kepada berbagai tantangan yang semakin kompleks. HAR Tilaar (1992 : 71) memprediksi akan terjadi transformasi sosial budaya dalam 5 (lima) proses penting yaitu : (1) Politik, (2) Ekonommi, (3) Manusia dan Masyarakat, (4) Budaya, (5) Sains dan Teknologi. Keseluruhan ini akan membawa dampak terhadap dunia pendidikan yang sedang berusaha untuk meningkatkan kualitasnya.

Contoh Lembar Pengesahan Skripsi



SISTEM INFORMASI ONLINE
GABUNGAN KELOMPOK TANI TIRTA MUKTI
( Studi Kasus Pada Gapoktan Tirta Mukti Desa Dukuhtengah)
Oleh :
Cahyadi
20070910885
Program Studi Sistem Informasi S1
Skripsi ini telah Diujikan dan Dipertahankan di Depan Dosen Penguji Program studi Sistem Informasi Jenjang Sarjana Fakultas Ilmu Komputer Universitas Kuningan pada :
Tempat            : Kuningan
Hari                 :
Tanggal           :
DOSEN PEMBIMBING :
                 Pembimbing I,                                                 Pembimbing II,

      Dadang Hamdani, M.Kom.                              Deni Hidayatullah, MMSI
Mengetahui/Mengesahkan :
Ketua Program Studi Sistem Informasi,


DADI
NIK.

Pengecoran Logam



A.     MENGENAL PROSES PENGECORAN LOGAM
1.      Pengertian
Pengecoran (casting) adalah suatu proses penuangan materi cair seperti logam atau plastic yang di msukan ke dalam cetakan,kemudian di biarkan membeku di dalam cetakan tersebut,dan kemudian di keluarkan dan kemudian di keluarkan atau di pecah-pecah untuk di jadikan komponen mesin.
Pengecoran di gunakan untuk membut bagian mesin dengan bentuk yang kompleks.
Pengecoran di gunakan untuk membentuk logam dalam kondisi panas sesuai dengan bentuk cetakan yang telah di buat.
Pengecoran dapat berupa material logam cair atau plastic yang bisa meleleh (termoplastik) juga material yang berlarut air,misalnya beton atau givs. Dan materi lain yang dapat menjadi cair atau pasta ketika dalam kondisi kering akan berubah menjadi keras dalam cetakan,dan terbakar dalam perapian.
Proses pengecoran dibagi menjadi 2,yaitu:
1)     Ekspandable (dapat di perluas),dan
2)     Non Ekspandable (tidak dapat di perluas)
3)     Pengecoran biasanya di awali dengan pembuatan cetakan dengan bahan pasir cetakan pasir bisa di buat secara manual maupun dengan mesin. Pembuatan cetakan secara manual di lakukan bila jumlah komponen yang akan di buat jumlahnya terbatas,dan banyak pareasinya. Pembuatan cetakan tangan dengan dimensi yang besar  dapat menggunakan campuran tanah liat sebagai pengikat. Dewasa ini cetakan banyak dibuat secara mekanik dengan mesin agar lebih presisi serta dapat di produksi dalam jumlah banyak dengan kualitas yang sama baiknya.

2.      Pembuatan cetakan manual
Pembuatan cetakan tangan meliputi pembuatan cetakan dengan kup dan drag.mSelain pembuatan cetakan secara manual juga di kenal pembuatan cetakan dengan mesin guncang,pembuatan cetakan dengan mesin pendesak,pembuatan cetakan dengan mesin guncang desak,pembuatan dengan mesin tekanan tinggi dan pembuatan cetakan dengan melempar pasir.

3.      Pengolahan pasir cetak
Pasir cetak yang sudah di gunakan untuk membuat cetakan,dapat di pakai kembali dengan mencampur pasir baru dan pengikat baru setelah kotoran-kotoran dalam pasir tersebut di buang. Pasir cetak dapat di gunakan berulang-ulang setelah di gunakan dalam proses  pembuatan suatu cetakan, pasir cetak tersebut dapat di olah kembali tidak bergantung pada bahan logam cair. Prosesnya dengan cara pembuangan debu halus dan kotoran, pencampuran, serta pendinginan pasir cetak. Adapun mesin-mesin yang dipakai dalam pengolahan pasir antara sebagai berikut :
a.       Penggiling pasir
b.      Pencampur pasir
c.       Pengayakan
d.      Pemisahan magnetis
e.       Pendingin pasir

4.      Pengecoran Cetakan Eekspandable (Eekspandbale moscasting)
Eekspandable miscasting adalah sebuah klasifikasi generic yang melibatkan pasir, plastic, tempurung, givs, dan gives investmen molding (lost waks) metode ini melibatkan penggunaan cetakan sementara dan cetakan sekali pakai.

DASAR JARINGAN KOMPUTER DAN TCP/IP



 A.     Pengertian Jaringan komputer :
Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data, mencetak pada printer yang sama dan bersama sama menggunakan hardware/software yang terhubung dengan jaringan. Tiap komputer, printer atau periferal yang terhubung dengan jaringan disebut node. Sebuah jaringan komputer dapat memiliki dua, puluhan, ribuan atau bahkan jutaan node. Sebuah jaringan biasanya terdiri dari 2 atau lebih komputer yang saling berhubungan diantara satu dengan yang lain, dan saling berbagi sumber daya misalnya CDROM, Printer, pertukaran file, atau memungkinkan untuk saling berkomunikasi secara elektronik. Komputer yang terhubung tersebut, dimungkinkan berhubungan dengan media kabel, saluran telepon, gelombang radio, satelit, atau sinar infra merah.

B.     Jenis-Jenis jaringan berdasarkan jangkauan :
Ada 3 macam jenis Jaringan/Network yaitu :
a.       Local Area Network (LAN) /Jaringan Area Lokal.
Sebuah LAN, adalah jaringan yang dibatasi oleh area yang relative kecil, umumnya dibatasi oleh area lingkungan seperti sebuah perkantoran di sebuah gedung, atau sebuah sekolah, dan biasanya tidak jauh dari sekitar 1 km persegi.
Beberapa model konfigurasi LAN, satu komputer biasanya di jadikan sebuah file server. Yang mana digunakan untuk menyimpan perangkat lunak (software) yang mengatur aktifitas jaringan, ataupun sebagai perangkat lunak yang dapat digunakan oleh komputer-komputer yang terhubung ke dalam network. Komputer-komputer yang terhubung ke dalam jaringan (network) itu biasanya disebut dengan workstation. Biasanya kemampuan workstation lebih di bawah dari file server dan mempunyai aplikasi lain di dalam harddisknya selain aplikasi untuk jaringan. Kebanyakan LAN menggunakan media kabel untuk menghubungkan antara satu komputer dengan komputer lainnya.]

b.      Metropolitan Area Network (MAN) / Jaringan area Metropolitan
Sebuah MAN, biasanya meliputi area yang lebih besar dari LAN, misalnya antar wilayah dalam satu propinsi. Dalam hal ini jaringan menghubungkan beberapa buah jaringan-jaringan kecil ke dalam lingkungan area yang lebih besar, sebagai contoh yaitu : jaringan Bank dimana beberapa kantor cabang sebuah Bank di dalam sebuah kota besar dihubungkan antara satu dengan lainnya. Misalnya Bank BNI yang ada di seluruh wilayah Ujung Pandang atau Surabaya.
c.       Wide Area Network (WAN) / Jaringan area Skala Besar
Wide Area Networks (WAN) adalah jaringan yang lingkupnya biasanya sudah menggunakan sarana Satelit ataupun kabel bawah laut sebagai contoh keseluruhan jaringan BANK BNI yang ada di Indonesia ataupun yang ada di Negara-negara lain. Menggunakan sarana WAN, Sebuah Bank yang ada di Bandung bisa menghubungi kantor cabangnya yang ada di Hongkong, hanya dalam beberapa menit. Biasanya WAN agak rumit dan sangat kompleks, menggunakan banyak sarana untuk menghubungkan antara LAN dan WAN ke dalam Komunikasi Global seperti Internet. Tapi bagaimanapun juga antara LAN, MAN dan WAN tidak banyak berbeda dalam beberapa hal, hanya lingkup areanya saja yang berbeda
satu diantara yang lainnya.

Pemesanan Barang Sederhana Berbasis Web



Mungkin kita sudah biasa membuat program pemesanan barang. Tapi disini akan penulis paparkan yang berbasis web. Ya berbasis web, dengan PHP dan MySQl sebagai databasenya. Penulis juga sedang belajar jadi maaf bila ada bagian yang salah (mohon koreksinya).

Baiklah kita buat dulu databasenya. Sebagai contoh kita buat tabel dengan susunan sebagai berikut (bisa disesuaikan dengan keinginan Anda):
CREATE TABLE `pesan` (
  `id_brg` char(4) NOT NULL,
  `nama` varchar(30) NOT NULL,
  `harga` int(11) NOT NULL,
  PRIMARY KEY  (`id_brg`));
Ok, silahkan diisi dengan data sembarang. Lalu kita buat koneksi ke databasenya terlebih dahulu (konek.php):
<?
$namadatabase = "dbpesan";//nama db
$namauser = "root";   //namauser
$password = "";       //password Anda
$host = "localhost";  // host
mysql_connect($host,$namauser,$password)
        or die("Koneksi gagal : " . mysql_error());
mysql_select_db($namadatabase);
?>
Kemudian kita buat formnya. Contohnya seperti berikut ini:
<html>
<head>
<title>www.rose-see.co.nr - Form Pemesanan Barang</title>
</head>
 

BUDIDAYA PADI METODE SRI



TEKNIK BUDIDAYA SRI 

A.  Pengolahan Tanah dan Pemupukan
Ø Tanah diolah seperti biasa, dibajak, digaru kemudian diratakan
Ø Pada saat digaru (pengolahan tanah kedua) ada penamburan pupuk organik
Ø Jumlah pupuk organik 7-10 ton per hektar
Ø Saat penaburan pupuk organik dan meratakan tanah, air dijaga tidak mengalir supaya nutrisi tidak hanyut
Ø Dipinggir dan ditengah petakan dibuat parit agar mudah mengatur air

B.  Menyiapkan benih bermutu
Ø Seleksi dengan air garam dan telur
Ø Perendaman 1-2 hari – malam
Ø Pemeraman 1 hari – malam
Ø Kebutuhan benih 4,9 – 7 kg/ha

C. Membuat persemaian
Ø Gunakan media pipiti (besek) atau kotak
Ø Kebutuhan pipiti ukuran 20 x 20 cm adalah 420 – 490 buah per ha
Ø Tanah dicampur dengan pupuk organic dengan perbandingan 1 : 1

D. Membuat persemaian dengan tahapan sebagai berikut :
1.  Mencampur tanah dengan pupuk organic
2.  Pipiti dilapisi dengan daun pisang yang sudah dilemaskan
3.  Diisi dengan campuran tanah dan pupuk organic sebanyak tiga perempatnya
4.  Siram dengan air sehingga lembab
5.  Penaburan benih 300-350 biji per pipiti
6.  Tutup dengan campuran tanah dan pupuk organic secara tipis
7.  Simpan persemaian dipekarangan dan sebagainya, hari pertama dan hari kedua persemaian ditutup, simpan di tempat teduh
8.  Pemberian air setiap hari
9.  Kebutuhan benih 4,9 – 7 kg per Ha

E.  Tanam
·       Benih ditanam pada umur 7-10 hari setelah semai
·       Ditanam tunggal
·       Ditanam dangkal 1-1,5 cm
·       Kondisi air saat tanam macam-macam
·       Jarak tanam lebar 25 x 25, 27 x 27, atau 30 x 30 cm

F.  Pengelolaan Air dan Penyiangan
·       Umur padi 1-8 HST, keadaan air macak-macak
·       Umur pad 9-10 HST, digenangi 2-3 cm untuk memudahkan penyiangan
·       Setelah disiang tanaman dikeringkan sampai umur 18 hari
·       Umur 19-20 hari tanaman digenangi
·       Selanjutnya pengeringan kembali
G. Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman
Pengendalian hama dilakukan dengan PHT yaitu dengan mengelola unsur agroekosistem sebagai alat pengendali hama dan penyakit tanaman.